Senin, 29 April 2013

Pertumbuhan Internet

Meski belum menjamah pelosok terpencil di Indonesia, internet bukan lagi barang asing bagi warga Indonesia. Facebook, Twitter, chatting, melihat dan berkirim surat elektronik, bahkan untuk mengecek cuaca dan konversi mata uang, Internet bisa diandalkan, sungguh memudahkan orang melakukan banyak hal. Menemukan teman masa kecil yang lama tak bersua pun tak lagi ribet.
Bahkan kini, setelah teknologi hubungan internet lewat udara alias Wi-Fi ditemukan plus internet dalam ponsel, orang tak lagi harus terikat komputer dan kabel berseliweran. Tinggal aktifkan GPRS, di manapun anda bisa berseluncur, bahkan jika mau di WC sekalipun.
Berkomunikasi dengan saudara atau teman dari belahan dunia bukan lagi perkara sulit. Dunia telah dilipat, begitu menurut Yasraf Amir Piliang dalam sebuah buku (1998).
Namun tahukah anda, bahwa untuk mendapat kemewahan teknologi internet yang kita rasakan sekarang, begitu banyak tahapan yang harus dilalui? Berikut ini adalah langkah-langkah besar, sekaligus peristiwa yang menjadi penanda utama perkembangan dan pertumbuhan internet di dunia seperti yang dilansir oleh AFP, Senin (31/8).
1969: Pada tanggal 2 September, dua komputer di Universitas California, Los Angeles, bertukar data tidak penting pada pengetesan pertama Arpanet, sebuah jaringan militer bersifat uji coba. Koneksi pertama antara dua situs –UCLA dan Institut Riset Stanford di Menlo Park, Calif–berlangsung pada 29 Oktober, meski jaringan mengalami crash setelah dua surat pertama dengan kata “logon” dikirim. UC Santa Barbara dan University of Utah bergabung kemudian dalam jaringan itu.
1970: Aparnet mendapat titik kordinat pertama hubungan dengan Kawasan Pantai Timur di Bolt, Beranek dan Newman di Cambridge Massachuset.
1972: Ray Tomlinson memasukan email ke dalam jejaring, memilih @ sebagai simbol “at” sebagai cara untuk membedakan alamat email yang dimiliki sistem lain.
1973: Arpanet memperoleh titik kordinat hubungan internasional pertama di Inggris dan Norwegia.
1974: Vint Cerf dan Bob Kahn mengembangkan teknik komunikasi bernama, TCP, membuat berbagai jejaring mampu untuk memahami satu sama lain, menciptkan Internet sejati. Konsep kemudian terbagi menjadi TCP/IP sebelum adopsi formal apda 1983.
1983: Sistem nama Domain diajukan. Menciptakan akhiran seperti “.com” “.gov” dan “.edu” lahir setahun kemudian.
1988: Salah satu worm (cacing) Internet pertama, Morris, membuat lumpuh ribuan komputer.
1989: Quantum Computer Services, kini AOL, mengenalkan layanan America Online untuk Macintosh dan komputer Apple II, memulai ekspansi yang akan menghubungkan sekitar 27 warga Amerika secara online pada 2002.
1990: Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web ketika mengembangkan cara untuk mengontrol komputer jarak jauh dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, CERN.
1993: Marc Andreessen dan para koleganya di Universitas Illinois menciptakan Mosaic, browser jejaring pertama yang mengombinasikan grafis dan teks di satu tampilan, membuka Web ke dunia luar dengan software yang mudah digunakan.
1994: Andreessen and beberapa orang di tim Mosaic membentuk perusahaan untuk mengembangkan browser Web komersial pertama, Netscape, mengusik keberadaan Microsoft Corp. dan pengembang lain yang membidik potensi komersial dalam Web. Dua pengacara imigrasi mengenalkan dunia pada spam, lewan iklan layanan lotere green card mereka.
1995: Amazon.com Inc. membuka pintu virtual perusahaan mereka.
1998: Google Inc. menggagas sebuah proyek yang dimulai dari ruang asrama Stanford. Delegasi Pemerintah AS mengawasi kebijakan nama domain di Internet Corporation untuk Menetapkan Nama dan Nomor, atau ICANN. Departemen Kehakiman AS dan 20 negara bagian menggugat Microsoft, menuduh pembuat OS Windows itu menggunakan kekuatan untuk menindas pasar demi mencegah kompetisi dari Netscape dan pihak lain.
1999: Napster mempopulerkan sistem berbagi file di dunia musik dan menginspirasi penerus sejenis yang akhirnya mengubah industri rekaman musik secara permanen. Populasi internet dunia melewati angka 250 juta.
2000: Booming dan merebaknya dot-com pada 1990-an menjadi sebuah puncak baru ketika teknologi perusahaan mulai merosot. Amazon.com, eBay dan situs-situs lain lumpuh dalam penyebaran pertama, denial-of-service attack (serangan penghadang layanan). Situs-situs tersebut dibanjiri dengan pengunjung-pengunjung palsu sehingga pengunjung asli tak mampu mengkses.
2002: Populasi internet dunia melampaui 500 juta.
2004: Mark Zuckerberg mulai meluncurkan Facebook, sebagai produk kedua di Havard University.
2005: Situs video-sharing, YouTube, meramaikan dunia maya.
2006: Populasi internet dunia melewati angka 1 milyar.
2007: Apple Inc. merilis iPhone, mengenalkan jutaan manusia lebih ke akses internet nirkabel
2008: Populasi internet dunia tembus 1,5 milyar. Populasi internet Cina mencapai 250 juta, mengungguli populasi di Amerika Serikat, mengukuhkan diri sebagai negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Pengembang Netscape menarik diri sebagai browser pioner. Firefox tetap berjaya. Maskapai besar mengintensifkan upaya mengusung layanan internet dalam penerbangan.
2009: The Seattle Post-Intelligencer menjadi surat kabar harian besar pertama yang beralih online sepenuhnya, tak lagi mencetak berita dalam kertas melainkan menayangkan kabar berita terbaru tiap menit dan detik lewat internet. Google mengumumkan sistem operasi (OS) pertama gratisan, Chrome, didesain bagi pengguna–terutama mereka yang berpengalaman–di dalam web.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar